Label

Kamis, 24 Mei 2012

Pelestarian Keanekaragaman Hayati



1.      Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati di Indonesia merupakan salah satu keanekaragaman tertinggi di dunia. Hal ini dikarenakan Indoneia beriklim tropis, tanahnya subur, dan memiliki curah hujan yang tinggi. Keanekaragaman yang tinggi di Indonesia terdapat dihutan tropis. Oleh karena itu, hutan hujan tropis sering disebut gudangnya plasma nutfah. Selainitu, di lautan kita juga terdapat keanekaragaman hayati yang tinggi. Banyak daerah-daerah di Indonesia, seperti daerah Kepala Burung, Lore Lindu, Ujung Kulon, dan Pulau Komodo, yang dijadikan sebagai “warisan dunia”, karena daerah-daerah tersebut memiliki keanekaragaman yang tinggi dan khas. Tetapi, seiring dengan bertambahnya jumlah manusia dan meningkatnya aktivitas manusia, banyak hewan atau tumbuhan yang mulai langka dan bahkan punah.
Hal ini berdampak pada berkurangnya keanekaragaman hayati kita. Beberapa tumbuhan yang sudah langka adalah kepel, maja, kopi anjing, naga sari, anggrek hitam, anggrek bulan, dan bunga bangkai.




 2.      Penyebab Kelangkaan Hewan dan Tumbuhan
Seiring dengan bertambahnya jumlah manusia dan meningkatnya aktivitas manusia, banyak hewan atau tumbuhan yang mulai langka dan bahkan punah. Hal ini berdampak pada berkurangnya keanekaragaman hayati. Kelangkaan tumbuhan dan hewan atau berkurangnya keanekaragaman hayati disebabkan antara lain:
1.        Tingkat reproduksi yang rendah
Yaitu pada hewan yang masa kehamilannya lama dan jumlah keturunan yang dilahirkan  sedikit. Misalnya badak, harimau, dan gajah.
2.        Bencana alam
Bencana alam dapat menyebabkan kerusakan ekosistem bahkan punahnya organisme tertentu, seperti tsunami di Aceh, Lumpur lapindo di Sidoarjo, meletusnya gunung merapi di Jogja.
3.         Aktivitas manusia
Beberapa aktivitas manusia dapat merusak ekosistem bahkan mengakibatkan kelangkaan dan kepunahan organisme tertentu. Contohnya sebagai berikut.
a. Perburuan dan penangkapan beberapa jenis hewan tertentu yang terus-menerus dapat berakibat langka atau punahnya jenis hewan-hewan tertentu.

b. Penangkapan ikan, udang, atau hewan air lainnya dengan menggunakan bahan kimia, listrik, maupun bahan peledak akan mengakibatkan kematian semua hewan di perairan dan akhirnya organisme di perairan menjadi punah.

c. Penebangan hutan secara liar mengakibatkan rusaknya hutan dan bahkan punahnya berbagai jenis flora maupun fauna.

2 komentar:

  1. Miris sekali jika mengetahui keadaan bumi kita saat ini, semakin banyak hewan yang punah, akibat perubahan iklim dan akibat perburuan liar. Seharusnya manusia sebagai makhluk yang berakal bisa menjaga bumi ini dengan baik tidak malah merusak dan membunuh hewan dan tumbuhan dengan seenaknya untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

    BalasHapus
  2. yyah begitu lahh saudari dewi.. oleh karena itu kita harus melestarikan kekayaan alam.

    BalasHapus