Pemakaian
energi listrik dewasa ini sudah sangat luas, bahkan manusia sangat sulit
melepaskan diri dari kebutuhan dengan energi listrik. Semakin lama tidak ada
satupun alat kebutuhan manusia yang tidak membutuhkan listrik. Karena semua ini
manusia tiap hari selalu berfikir bagaimana menciptakan dan menggunakan energi
listrik secara efektif dan efesien.
ENERGI LISTRIK
Energi adalah kemampuan untuk melakukan
usaha. Maka pengertian energi listrik adalah kemampuan untuk melakukan atau
menghasilkan usaha listrik (kemampuan yang diperlukan untuk memindahkan muatan
dari satu titik ke titik yang lain). Energi listrik dilambangkan dengan W.
PEMANFAATAN ENERGI LISTRIK
Energi listrik dapat diubah-ubah
menjadi berbagai bentuk energi yang lain. Energi listrik menjadi energi kalor,
alat yang digunakan yaitu setrika listrik, ceret listrik, kompor listrik , dll.
Energi listrik menjadi energi cahaya, alat yang digunakan yaitu lampu pijar,
lampu neon, dll. Energi listrik menjadi energi gerak, alat yang digunakan yaitu
kipas angin, penghisap debu, dll dan masih banyak lagi penggunaan energi
listrik.
Pada saat ini sudah terjadi global warming. Oleh karena
itu kita sebagai manusia harus dapat memanfaatkan dari hl-hal yang sepele
menjadi hal yang bermanfaat. Sampah organik (termasuk didalamnya sisa makanan)
dapat dikonversi menjadi listrik dengan menggunakan teknologi konversi sampah
menjadi gas methan (combustible gas), lalu menjadi listrik yang
disebut dengan biogas. Sedangkan sampah organik yang berupa biomassa dapat dikonversikan
menjadi listrik dengan cara direct combustion yang dikenal dengan
PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah).
Secara alami, sampah organik dengan
bantuan bakteri pengurai menghasilkan gas methan sebagai hasil sampingan dari
kegiatan degenerasi penguraian sampah. Gas methan (combustible gas)
ini menurut para peneliti, jika terbuang di alam berpotensi sebagai perusak
lapisan ozon dan meningkatkan efek global warming. Untuk itulah menjadi penting
pemanfaatan gas methan menjadi listrik karena selain dapat mengurangi
dampak pemanasan global, juga dapat menambah suplai listrik di daerah.
Secara umum, unsur dalam sampah yang
dapat dimanfaatkan menjadi biogas adalah sebesar 69% yaitu 42% sampah organik
dan 27% sampah sisa makanan (Mauliva,2009). Untuk mempercepat terjadinya biogas
dalam proses fermentasi sampah organik, biasanya digunakan katalisator berupa
penambahan bakteri pengurai sampah yaitu bakteri saprofit (wikipedia).
Teknologi konversi biogas menjadi listrik yang digunakan misalnya adalah PLTGU
(Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) yang bekerja berdasar siklus kombinasi
(siklus Rankine dan Brayton) yang merupakan sistem pembangkit
listrik yang memanfaatkan sejumlah panas terbuang (exhaust gas) di
turbin gas PLTG yang temperaturnya relatif tinggi untuk menghasilkan uap pada
turbin uap (Rais,2006).
Namun, teknologi konversi biogas ini
masih terkendala terhadap isu ketahanan dan keawetan material yang digunakan
karena biogas yang salah satu komposisinya adalah H2S (hidrogen
sulfida) mengakibatkan bahan yang dilewatinya rentan terhadap korosi. Sehingga
diperlukannya inovasi rekayasa teknologi material yang dapat berperan
meningkatkan kekuatan material yang digunakan.
Dalam pengolahan sampah menjadi
biogas, manajemen sampah dalam bentuk pemilahan sampah dari tingkat rumah
tangga sampai ke tingkat landfill menjadi sangat penting karena dengan
manajemen yang baik, pengolahan sampah menjadi lebih fokus dan tertata secara
efektif serta mempermudah pengambilan bahan untuk biogas yang berupa sampah
residu (sampah organik).
kalau kotoran hewan atau sisa-sisa bahan organik memang biasanya dapat digunakan untuk pengganti bahan bakar minyak, tetapi bagaimanakah proses lebih rincinya dari pengolahan biogas itu menjadi sumber energi listrik. kalau misalnya yang digunakan sebagai sumber energi listrik bukan sampah organik bisa apa tidak? semisal sampah dari plastik yang notabene sulit untuk diuraikan secara alami? terima kasih.
BalasHapus